Friday, August 27, 2010

Ujian Kenikmatan

hidup ini adalah sementara

itu yang selalu kudengar dan kuyakini kebenarannya. ya..semua pasti mati. mau dia kaya atau miskin pasti akan berakhir di kuburan juga

tapi....kita tidak boleh membiarkan diri kita tersiksa di kehidupan yang sementara ini, jangan izinkan diri kita teraniaya

mencoba belajar dengan mencari kesibukan

itu yang aku coba lakukan sebulan ini. hanya sekedar ingin berbagi..
agustus menjadi awal perjalananku. mendapatkan ujian kenikmatan, mencoba menaikkan taraf hidupku dengan caraku sendiri, berusaha menaikkan harga diriku dengan usaha sendiri

awal Ramadhan 11agustus2010 menjadi awal perjalananku ke ibu kota
baru kali ini aku pergi sendirian, dengan sebuah kereta....biasanya aku di dampingi bapak, ibu, dan adikku
rasa takut, cemas, gelisah terus menghampiriku. .
aku hanya terpaku di kursiku. tak berani melakukan tindakan apapun selain menjaga barang-barang bawaanku. ya Rabbi begitu menakutkannya kah ibu kota??

tiba di jakarta. tepat 2 menit sebelum berbuka
tanteku sudah menanti di lobby kedatangan stasiun gambir jakarta

19.00 tiba di rumah tante, minum, makan, lalu ganti baju. menunggu sepupuku pulang dari shalat tarawih.

hari demi hari ku lalui di jakarta, menemani adik2 bermain. padahal aku memiliki kewajiban belajar untuk menyiapkan dua ujianku. ujian yang akan ku lakukan di jakarta dan ujian komprehensipku

13agustus2010
ku susuri jalanan jakarta bersama tanteku, menuju thamrin. kini aku merasakan macetnya jakarta itu seperti apa. pantas saja banyak yang mengeluh, tapi aku juga heran mengapa banyak yang tertarik mencari peruntungan di kota padat ini...

ku temukan jawabannya saat berdiskusi dengan om ku.
"jakarta punya banyak lapangan kerja mulai dari jadi pengemis hingga pejabat, asal kita mau berjuang saja"

yup! berjuang..

itu yang ku lihat dan ku rasakan dari warga jakarta yang kutemui. berjejalan menunggu angkutan, mengantri di pintu halte busway, atau bahkan ngebut dengan motornya, oia...tak lupa banyak pula yang bersepeda. para pesepeda lebih banyak ku temui di jakarta daripada di jogyakarta.

kembali ke masalah ujian nikmat, tibalah hari ujian itu. 80 orang bersaing mencari kelulusan. alhamdulillah aku salah satu yang lulus. tugas baru menanti. nikmat pertama yang kurasakan atas usahaku, perjalananku.

setiap nikmat memiliki konsekuensi dunia dan akhirat. di dunia kita akan di tuntut akan amanah yang telah di tanggung, lalu di akhirat akan di tanyakan untuk apa kau gunakan nikmat itu? bagaimana cara kau memperolehnya??

alhamdulillah, nikmat ujian yang pertama ku dapatkan. semoga nimat ini tak melalaikanku dari mengingat-Nya...

15agustus2010
aku kembali ke jogyakarta, mempersiapkan "ujian" tanggal 24. kali ini benar-benar ujian. salah satu syarat yang harus di lalui sebelum menyandang gelar sarjana ekonomi

setiba di jogya aku malah di rundung sakit...16-18agustus aku terkapar karena masuk angin. lalu ke esokkannya aku demam hingga 2 hari kedepan. aku hampir putus asa. terasa seperti tak bisa belajar. apa aku harus menyerah disini? tak datang ujian? tapi mana mungkin? kasian ibu dan bapak yang sudah menanti kabar di seberang sana.

sisa-sisa hari ku lalui dengan mencoba membaca dan belajar
saling bertanya dengan teman kos yang juga akan ujian

tibalah 24agustus2010. 13.00, lantai3..
doaku hanya meminta di lancarkan dalam menjawab, doa saat musa bertemu fir'aun ku lafadzkan perlahan...

bismillah

dosen demi dosen ku lewati...hingga tibalah waktu pengumuman. dosen memintaku belajar kembali...Ya Allah..apa ini tanda-tanda aku akan kembali mengulang ujian kompre??
ku buka perlahan lembar nilai yang diberikan..dan dengan jelas tertera coretan pada kata tidak lulus.. aku LULUS????? aku sempat tak percaya

tapi iya AKU LULUS!! Alhamdulillah ya Allah..nikmatmu di tengah rasa tidak percaya diriku

aku percaya Ramadhan memberikan berkah, aku yakin Engkau percaya padaku...atas kelulusan ini...

ku telfon ibu..ku berikan kabar ini..
ibu menangis haru, aku pun tak dapat menahannya.tangis ku pecah..aku merasa menyelesaikan salah satu tugasku..

kini aku harus menjemput nikmat yang lain. nikmat skripsi untuk kelulusanku, agar aku bisa menjemput nikmat pekerjaan dan nikmat pernikahan.

setiap nikmat punya konsekuensi, tapi buatlah diri kita memberi konsekuensi yang baik dalam hidup,..mendapatkan nikmat dengan cara yang benar dan menggunakannya dengan cara yang benar..

semoga kita bukan orang-orang yang kufur nikmat. naudzubiillah min dzalik...

"nikmati ujian nikmatmu dengan cara yang bertanggungjawab"

:) utiuti

Wednesday, August 4, 2010

C.I.N.T.A

ini bukan lirik lagu d'bagindaz loh ya...

ini sebuah cerita motivasi yang ku dapatkan saat aku menonton sebuah acara
ya..C.I.N.T.A yang di hadirkan Tuhan untuk semua hamba-Nya

bukan hanya cinta perempuan kepada laki-laki. tapi cinta...semua cinta, cinta kepada diri sendiri, cinta kepada orang tua, anak, dll

banyak defenisi cinta yang ku dapatkan dari orang-orang sekitarku, tapi dari acara ini aku mendapatkan gambaran yang berbeda..


ia berkata " cinta sejati itu adalah bagaimana kemampuan mencintai lebih di utamakan dari kualitas yang dicintai "

waw!! aku merasakan sebuah kalimat berbeda yang tak pernah aku temukan sebelumnya. pantas saja....seorang ibu tak pernah menuntut anaknya utuk terlahir ganteng saat keluar dari perutnya, atau mampu berkata mesra pada ibunya saat itu juga, kemampuan ibu mencintai anaknya melebihi cara manusia manapun dalam mencintai.

yap..kemampuannya mencintai melebihi kualitas yang di cintai..

mungkin begitu pula dengan hubungan suami istri, ya..aku mengatakan mungkin karena aku belum menikah. kemampuan pasangan untuk mencintai pasangannya seburuk atau sebaik apapun kualitas yang ia cintai.

rasa penerimaan kita terhadapa segala hal yang kita dapatkan juga dapat menjadi ladang syukur kita.

dalam acara itupun aku mendapatkan kata-kata bijak lainnya

bahwa "jadikanlah syukur yang mkenyebabkan sebuah kebahagiaan, bukan kebahagiaan yang menyebabkan kesyukuran"


aku tak pernah menyangka bahwa rasa cinta memiliki efek yang besar tehadap pemakainya...
tapi..aku lebih memilih sayang
. karena rasa sayang di bangun di atas logika. rasa penerimaannya pun memalui proses..dan itu akan lebih lama tertanam dalam diri.

mengikhlaskan diri untuk menjadi karakter yang lebih baik, agar aku memapu menjadi hadiah untuk orang-orang di sekitarku. be strong ti!!




Thursday, July 29, 2010

ADRENALIN VS SILATURAHMI

hari itu tanggal 28 juli 2010

ok kawan kita kumpul jam 10 tepat!
humm...ya, rencana awal memang seperti itu ternyata hingga pukul 11 dua orang teman kami belum juga terjun ke tempat kami berkumpul
hingaa akhirnya kami putuskan untuk berangkat terlebih dahulu, kami tak ingin membuat mereka menunggu disana, di Gebang, tempat kami ber-KKN tahun lalu

ya..kami sedang menuju ke gerbang, sebuah dusun kecil di daerah kulon progo yang belum terjamah oleh pembangunan dari pemerintah., dengan luas dusun 73 hektar dan dihuni 75 kepala keluarga.., hanya 75

tapi niat kami telah bulat, sebulat rasa kami untuk bersilahturahmi mengunjungi mereka sebelum ramadhan datang kembali menghampiri kami.

perjalanan di mulai dari apotik kentungan sebuah daerah di utara jogyakarta. meluncur melewati ringroad (jalan lingkar) utara hingga ringroad barat.
lalu menuju ke daerah godean, lalu daerah minggir, melewati jembatan kali progo yang indah, lalu tibalah kami di perempatan kenteng. perbatasan yang sangat tampak antara kota yang ramai oleh kendaraan dan desa yang tetap hijau di kelilingi sengkedan-sengkedan yang indah.

melwati perbatasan kami melaju terus hingga memasuki daerah di mulainya uji adrenalin, jalan aspal yang rusak, tanjakan yang tak peduli dengan beban dan cc motor yang kami kendarai. perseneling 1 setia menemani, bau knalpot gosong telah menghiasi perjalanan kami, tanjakan demi tanjakan kami lalui, hingga kami sampai di sebuah pertigaan yang sudah sangat dekat dengan tempat KKN kami, tapi..ouh...ada sebuah tulisan "perbaikan jembatan, kendaraan 4 roda tutup total" aku yang saat itu memimpin perjalanan ini memutuskan untuk melanjutkan perjalan ini. teman-teman pun akhirnya mengikuti.
aku melihat jalan secara awas, tapi tak kutemukan jembatan yang di perbaiki. hingga akhirnya aku menemukan aspal yang sisi kirinya ambruk, motor kami hanya bisa melalui sisi kanan, satu persatu, perlahan. kekhawatiranku hilang, jalan yang di maksud telah di lewati.

lalu...

DEEEEEERRRRRRRRR.....!!! kami menemukan jalan tanpa aspal, hanya di diberi 5 batang bambu yang di ikat dan digunakan sebagai jembatan. apa yang harus kami lalukan? memutar tak mungkin, melewatinya? dibawah kami jurang. bismillah..akhirnya aku memutuskan menjadi yang pertama melewati bambu itu. alhmdulillah aku bisa, motor kedua. teman perempuanku yang membawanya, motornya selip, astaghfirullah...ya Allah lindungilah kami. alhamdulillah tiga motor berhasil lewat walau motor kedua dan ketiga harus didorong perlahan (sebenarnya 4 motor, tapi motor terakhir menyusul)

alhamdulilah kami tiba di tempat yang kami tuju. dusun gebang..
bersilaturahmi dengan keluarga pak dukuh, keluarga posko kami..alhmdulillah kami sangat senang bisa bertemu mereka, kebetulan kedatangan kami bertepatan dengan anak KKN yang sekarang sedang bertugas disana. kami mengunjungi mereka juga. kebetulan tahun ini posko mereka di pak kades.
terjadi pertentangan, kebetulan teman kami yang terlambat telah tiba. mereka ingin naik, tapi teman perempuanku yang masih trauma dengan bambu, takut unutk menuju ke atas, yaa..maklumlah untuk menuju pak kades harus mendaki dengan kemiringan yang tragis dan bebatuan yang tajam. akhirnya keputusan untuk naik ke pak kades adalah keputusan final. jika teman kami takut untuk naik maka aku dan tio (salah satu teman kknku) yang akan menjemput kembali mereka untuk naik. tapi ternyata wahyu (temanku yang gemetar karna bambu) berhasil menanjak hingga tiba di rumah pak kades. pembicaraan hangat dengan pak kades, dan berfoto bersama, dengan kondisi pak kades yang sakit beliau masih tetap mau ngobrol dengan kami, indahnya silaturahmi.

ashar...kami bersiap pamit dari pak kades. karna kami harus kembali ke jogya sebelum maghrib menjelang..
tapi takdir berkata lain. saat kami turun tio telah lebih dulu samapai ke rumah pak dukuh, bagus (teman kknku yang membawa motor juga) juga. aku dan prita yang berboncengan menantikan wahyu dan mba neni. kenapa mereka belum juga muncul.
aku memutuskan memutar balik arah motorku. ternyata ban mereka bocor..

TIDAAAAAAAKKK!!
di hutan mana ada tambal ban??????

kami pun mencari sampai ke balai desa hingga akhirnya pak dukuh menelpon satu-satunya penambal ban di dusun itu. jam setengah 5 pak dukuh dan 3 teman laki-lakiku menemani wahyu menambal ban. kami yang perempuan di tugaskan di rumah menemani ibu dukuh.

pukul 17.30 mereka kembali. lalu kami menyantap makanan yang telah disediakan. pukul 18 kami melanjutkan perjalan, tapi UPPSSS..baru saja kami akan menyalakan motor, ternyata motor wahyu kempes lagi?? humm..pompa manual pak dukuh beraksi. akhirnya kami memutuskan membawa pompa pak dukuh ke jogya, di khawatirkan kempes di jalan.

kami pulang 18.30
singgah di rumah mbah arbain sejenak untuk memberikan oleh-oleh. lalu kami melewati jalur njiringan agar tak melewati bambu yang pagi tadi kami lalui
tanjakan panjang pun harus kami jalani, karena posisi njiringan yang lebih di atas bukit daripada gebang. motor-motor hampir mati mesin. tenaga kakipun digunakan. tiba-tiba..

DERRR!! motor wahyu berhenti!!! motornya mati!!

semua turun, tio yang jauh di depan aku klakson kencang agar berhenti ( malam itu kami membuat formasi perjalanan, dengan formasi tio-kisti, wahyu -mba neni, aku-prita, bagus-mas habib) karena kami jauh di belakang.

prita, mas habib, dan mba neni turun dari boncengan. membantu wahyu mendorong motor. aku dan bagus harus menanjak membawa motor ke tempat yang sedikit lebih datar, prita yang sewaktu itu salah menggunakan sendal akhirnya memakai sendal jepitku agar jika sewaktu-waktu ada tanjakan yang terlalu tinggi lagi ia bisa berjalan tanpa kesakitan. akupun nyeker. seru!!

tanjakan demi tanjakan kami berusaha melewati dengan jarak pandang tak lebih dari 10meter kami mencoba menyusuri jalan agar dapat kembali ke jogya dengan selamat. tanjakan terkakhir, tio memberi petunjuk. berbelok ke kiri. setelah njiringan berhasil kami lewati kamipun lega.. turunan yang kini menjadi tantangan kami. tio yang saat itu di depan meminta kami maju. ternyata lampunya redup! oh...tidaak!!

aku pun berinisiatif maju ke depan, karena kondisi wahyu yang kurang fit aku menjadi penujuk jalan dan prita menjadi penunjuk kondisi jalan (turunan ataukah tanjakan, kami memiliki kode sendiri), jarak pandang yang pendek dan kabut yang tebal mebuat ku membawa supra x125ku tak lebih dari 40km/jam. pelan...gelap. segala ketakutan ada di benakku, tapi aku harus berani. karena kini aku yang di depan.

habis gelap terbitlah terang. alhamdulillah..akhirnya kami tiba di jalan besar. lebih santai..lebih terang. wahyu pun mulai rileks. kami singgah ke pom bensin untuk mengecek kondisi motor wahyu dan tio, sekalian mengisi ulang bensin motor tio. alhamdulillah semua baik-baik saja. kami singgah di mesjid untuk sholat dan melanjutkan perjalanan pulang ini hingga kembali ke rumah

banyak hal yang kami lalui, tapi semua di lalui dengan kebersamaan. uji adrenalin bisa menguatkan tali silaturahmi kami sesama teman yang 1bulan hidup bersama, uji adrenalin pun tak menghalangi kami untuk mengunjungi mereka yang sudah memberikan dan mengajarkan kami banyak hal..

indah rasanya. terima kasih kawan-kawan. banyak pelajaran yang aku dapatkan. makin banyak kisah dan cerita yang kita punya...

solidaritas..semoga itu yang akan tetap membuat kita terus menjadi sahabat..

:D

Tuesday, July 27, 2010

memulai

mencoba memulai menulis....

semoga tulisanku dapat dinikmati....dapat menginspirasi